After returning to the planet, she still lives on in the hearts of her friends.
--FF VII 10th Ultimania--


AERITH GAINSBOROUGH

Independent RP Blog
Semi-Private
Post-Death

By: Unknownue

01 Oct 14 with 126 notes ( - via)

thepxnkrxbbonedchxld:

✿- It wasn’t a question that Aerith’s flowers amazed her, and how she enjoyed them so much. A passion for gardening and nature probably were hand-in-hand for the other woman. The same seemed to pass on a bit to Marlene, because she began to love flowers too, as well as nature.

"Whoa really? What a coincidence." The brunette giggled. "Yes, yes! I’d love to help!"

image

It wasn’t a coincidence, though.

Already had prepared it for this special day.
And not for a single bouquet actually,
but about putting effort to blow the petals away
and fall like a rain magically.

A birthday present from The Cetra,
and for a best friend.
—just no card in it!

image

"We’ll make a surprise,"
well, a wink for a strong-will statement,
            “that’s what you help.”

@carnationfloral

avalanchesangel:

image

"O-Oh…." She felt stupid at that moment for not thinking of that. A tired sigh sounded from the brunette at the revelation which was then followed with a shy smile. "I guess you’re right. It wasn’t their fault really. Not even Sephiroth’s fault either…right?"

"Sephiroth… he has carried a cruel fate behind his born  I can’t blame him for the hatred, he’s also victim of madness scientist. But if he didn’t stop his action to commit violence and destroy our planet, we must keep fighting him. And at this point, we don’t forgive what he did until he finally choose to rest.

Marlene, we have to always open forgiveness so that the world lasting in peace. You don’t hate Shin-Ra and The Turks anymore, don’t you?”

ourfinalheaventogether:

x

29 Sep 14 with 82 notes (© - via)

@carnationfloral

avalanchesangel:

image

"….Well I guess that’s true. I just…they did try to hurt people. Hurt everyone. I don’t know if I could just forgive them. Its not like when Denzel teases me or anythings like that. They tried to bring Sephiroth back.”

"They’re incomplete souls, didn’t really fathom what their action mean to do. No one forget the bad things they did, yes, but in the end they’re free from Sephiroth’s chains. We can’t just let them fall into darkness. And to forgive, do we need a reason?"

                   ❝  Sᴏᴍᴇ ᴘᴇᴏᴘʟᴇ ᴀʀᴇ ʟɪᴋᴇ  Rain clouds ,
                                         Sᴏᴍᴇ ᴀʀᴇ ʟɪᴋᴇ Sunshine .
                                 ░b░u░t░ ░t░h░a░t░’░s░ ░o░k░a░y░ ,
                                               Sɪɴᴄᴇ ᴛʜᴇʏ ʙᴏᴛʜ ʜᴇʟᴘ
                         ✿¸.•❤•.❀•.Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ  flowers grow Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ.•❀.•❤•.¸✿  

Need A Real FC

image

Out of Lifestream: I find it’s a quite weird if your icon is live-action scene or actor/actress face but I reply it using fanart or the game icon. So, I need to collect and make real life fc. But… I dont decide one actress to be Aerith. You can give me idea or I’d make it from any Aerith cosplayer or from any pretty brunette in flower field picture. So, yeah, the face would be inconsistent.

28 Sep 14 with 0 notes

@carnationfloral

avalanchesangel:

image

“Aerith? I know it sounds silly and it doesn’t even matter anymore. It was a long time ago…but how could you forgive Kadaj and the others after everything they did?”

"They’re just naughty boys who still need a lecture. You see? They even hadn’t killed anyone."

27 Sep 14 with 709 notes ( - via)

Gadis pada Hari Itu (Girl from That Day) || @carnationfloral

amagiyukiko:

Hari yang sangat sepi di penginapan, meskipun banyak yang datang berkunjung dan menginap di penginapan, tetapi hari itu sepertinya orang-orang yang menginap sedang sibuk dengan kegiatan bisnis di luar penginapan. Para pengurus penginapan pun tampak santa dengan pekerjaan hari ini.

Yukiko sebagai pengelola penginapan sementara yang menggantikan orang tuanya pun merasa hari itu sangat senggang dan sedikit membosankan. Dia berjalan menuju taman bunga di belakang penginapannya. Bunga-bunga sedang bermekaran dengan indah. Pandangan Yukiko pun tertuju pada satu bunga.

image

"Bunga itu."

Ya bunga yang selalu dirawat oleh Aerith, gadis yang pernah merawat taman yang berada di penginapan Amagi karena dia terdampar akibat lubang hitam yang tiba-tiba saja terbentuk di langit Inaba. Sudah hampir 2 tahun sejak pertemuan mereka, tetapi bunga itu tetap saja mekar dengan indahnya.

Yukiko mendekati bunga tersebut sembari menatap langit cerah. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh petir, langit mendadak menjadi gelap. Mata Yukiko terbuka lebar, hal yang pernah terjadi saat itu mendadak terjadi kembali tepat di depan matanya. Pada awalnya dia mengira akan ada seserang lagi yang akan jatuh dai lubang itu. Tetapi hari itu hal yang terjadi begitu berbeda, sedikit demi sedikit badan Yukiko terangkat dan terbawa angin menuju lubang tersebut. Entah apa yang ada dipikirannya sampai dia tak mampu untuk berteriak meminta tolong.

Beberapa saat setelah kejadian itu, pandangan Yukiko begitu gelap. Dia membuka matanya, langit terasa begitu aneh. Tampak sebuah bangunan besar tepat di hadapannya, seperti sebuah gereja. Yukiko berdiri pada kedua kakiknya, dia memasuki gereja tersebut, tampak kursi-kursi gereja kosong dan sedikit usang dan di tengah-tengah gereja tersebut tampak sebuat pedang tertancap tepat di tengah bunga-bunga indah bermekaran yang mengelilinginya.

"…? Tempat apa ini…?"

Bangunan ini kosong, terbengkalai, dan isi ruangannya berantakan. Memang bukan sebuah tempat tinggal, tapi dulu ada seorang gadis yang rajin datang kemari untuk berkebun bunga setiap harinya—-cukup terdengar aneh, berkebun di dalam bangunan?

Ada banyak teori. Pertama, kota Midgar di mana bangunan gereja ini berada adalah sebuah kota metropolitan super sibuk dengan delapan reaktor pembangkit listriknya. Tak hanya itu pula, Midgar memiliki lempengan platform raksasa yang mengurungnya bagai kota tanpa langit dan menimbulkan pemukiman kumuh di setiap sektornya. Karenanya, tumbuhan hijau adalah suatu yang sangat jarang kau jumpai di sini, apalagi bunga. Kedua, gereja adalah tempat suci terdekat dengan Sang Pencipta, tidak ada satu pun yang mustahil bagi-Nya jika hanya untuk menumbuhkan bunga-bunga lily yang indah dari sela lantai kayunya untuk kemudian dirawat oleh seorang gadis yang juga memiliki kekuatan istimewa.

Namun—sekali lagi—, itu dulu.
Dulu sebelum semua yang dimiliki kota ini runtuh.
Dan gereja ini masih tegak berdiri di tengah puing-puing lainnya.

Meski demikian, kondisi di dalamnya lumayan parah. Lubang besar di atapnya sudah ada jauh sebelumnya—berkat seorang tentara muda yang jatuh di atasnya, namun rubuhnya beberapa pilar penyangga dan hancurnya kursi-kursi  jemaat adalah karena pertarungan. Dan kebunnya pun tak luput dari terinjak-injak, dua motor bahkan pernah melintasinya!  Tempat itu sekarang berubah menjadi kolam air suci yang cukup besar dimana anak-anak kecil kini senang berkubang di dalamnya. Bunga-bunga yang masih tersisa tetap mekar dengan indah di dekat kaki sebuah pedang yang menancap di sana.

Pemandangan itulah yang dilihat oleh seorang pengunjung dari dimensi lain. Dan sayangnya, berbicara soal dulu, gadis itu sudah tidak ada di sini lagi sekarang. Kau mungkin tidak ingin mengetahui apa yang terjadi pada dirinya dan juga pada sang pemilik pedang di sana. Namun, bukan berarti ia benar-benar telah pergi, sebab ada dua orang, laki-laki berambut pirang jabrik dan seorang perempuan sesekali mampir ke tempat ini untuk sekedar ‘say hello’.

Ya, ingatan dan kenangan tak akan pernah hilang kecuali kau lupakan. Sang pengunjung mungkin tengah kebingungan akan tempat asing ini namun tidak diragukan lagi ia juga menyimpan kenangan yang sama. Sebab, tampak di tangannya tergenggam bunga dengan jenis yang sama dengan yang tumbuh di sini dan itu terbawa dari dunianya, bukan tidak mungkin ia akan bertemu dengan sang tukang kebun berbaju merah muda yang disebut-sebut tadi—entah dalam wujud apapun, anak-anak yang bermain di sini senang menceritakan sosoknya yang kadang muncul untuk bergembira bersama mereka.

image

Kedipkan mata sekali lagi dan kau akan melihat Aerith Gainsborough berada di pinggir kolam sedang mencelupkan kakinya.

CLARAOSMIN